SUDAH TAU PERBEDAAN PAPAN VILLA DAN VILA DI PUNCAK BOGOR?

SUDAH TAU PERBEDAAN PAPAN VILLA DAN VILA DI PUNCAK BOGOR?

Artikel ini menarik? silahkan Share

Liputan Berita Harian Terkini – Tak semua mengerti perbedaan tulisan di papan yang dipegang oleh penyedia jasa penginapan di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor.

Biasanya penyedia jasa ini ada di sisi jalan. Menggunakan stelan baju hangat lengkap dengan kupluk, sambil memegang senter dan papan bertulisan ‘Vila’.

Tapi rupanya, tak semua tempat penginapan yang dijajakan serupa.

Menurut penuturan Uceng, seorang penjaga vila di Puncak, ada sejumlah kode terselubung yang disematkan.
Kode tersebut ditujukkan pada wisatawan yang berniat bukan sekadar menginap saja, melainkan mencari jasa ‘plus-plus’.
Jasa plus-plus disini dimaksudkan untuk layanan teman wanita.

“Ya itu variasi aja sih, rata-rata juga udah pada tahu soal itu mah. Tapi kebanyakan yang dateng itu nanya langsung, mereka diminta nyariin (plus-plus) buat dia di vila yang dipesan,” ujar Uceng BERITA RD42, Selasa (4/7/2017).

SUDAH TAU PERBEDAAN PAPAN VILLA DAN VILA DI PUNCAK BOGOR?

Tulisan yang ada di plang papan yang tersebar di jalur Puncak terdiri dari dua tipe, yakni ‘vila’ dan ‘villa.’
Banyak pengunjung berpikir bahwa perbedaan tulisan tersebut berbeda hanya karena bahasa yang digunakan yakni antara bahasa Indonesia dan Inggris.
Namun ternyata di Puncak itu tidak demikian, perbedaan dua penulisan tersebut merupakan kode bagi para calon pelanggan.
‘Vila’ diartikan sebagai penginapan yang ditawarkan kepada pengunjung adalah vila biasa.

Sementara ‘villa’ dengan dua ‘L’ ternyata mempunyai kode dimana si perantara vila tersebut juga memiliki fitur ‘plus-plus.’
Uceng menambahkan, abang-abang vila yang di sepanjang jalur Puncak itu rata-rata per orang memegang sepuluh vila.

BACA JUGA : Berita Harian Terkini
(KENAPA? DI KENYA GADIS DI HARGAI RP 6000 BAHKAN BISA GRATIS)

Dimana nanti pengunjung bakal diantar ke vila sesuai pilihan pengunjung dan dia mendapatkan komisi dari pemilik vila.
“Nanti dia dapet komisi dari vila rata-rata sebesar Rp 200 sampai 500 ribuan, nah kalo pengunjungnya minta dilayani PSK, dia juga dapet lagi dari PSK Rp 100 sampai 200 ribu,” katanya.
Terlebih menurutnya, kemajuan teknologi juga berguna dan kerap dipakai untuk kelancaran bisnis esek-esek ini.

“Kalo sekarang mah udah pake hape, yang dateng tinggal liat fotonya trus tinggal dipilih, PSK nya diam aja di kosan, nunggu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *