KOPI GANJA ACEH DENGAN RASA YANG MENDUNIA

KOPI GANJA ACEH DENGAN RASA YANG MENDUNIA

Artikel ini menarik? silahkan Share

KOPI GANJA ACEH DENGAN RASA YANG MENDUNIA

BERITA RD42 – Malam selalu larut. Silih berganti pelanggan yang akan nikmati secangkir kopi memadati satu diantara warung kopi di Simpang BPKP, Banda Aceh. Warung kopi ini sediakan kopi arabika khas dataran tinggi Gayo yang mempunyai cita rasa yang mendunia.

Yang memiliki warung kopi ini dapat yang kerap melakukan eksperimen mencampurkan kopi arabika Gayo dengan biji ganja. Langkah lain yang dikerjakan oleh pria penggemar alam ini untuk nikmati kopi di Aceh.

Malam selalu merambat pelan. Hilir mudik kendaraan juga semakin sepi. Pelanggan setia warung kopi ini makin menyusut, satu persatu beranjak serta memohon bil. Sembari tersenyum sumringah, pelanggan setia warung kopi ini berlalu memakai kendaraan semasing.

Pelanggan setia warung kopi ini rata-rata berumur muda. Terkecuali disiapkan minuman kopi, ada pula bermacam juice serta makanan seperti burger, omelet serta beberapa makanan yang lain.

Mesin kopi simoneli terdapat rapi diatas meja. Lewat mesin ajaib itu, kopi arabika diseduhkan. Umumnya pelanggan kerap mengatakan kopi espresso atau sanger espresso (kopi digabung sedikit susu), minuman khas Aceh. Ke-2 minuman berikut yang paling banyak disukai di Aceh, baik tua ataupun muda.

KOPI GANJA ACEH DENGAN RASA YANG MENDUNIA

Peracik kopi arabika itu sebut saja YW. Pria berumur 33 th. ini di kenal di Banda Aceh lihai dalam mengolah kopi arabika ganja. Walau dia tak jual dengan cara terbuka. Penjualannya lewat sistem jaringan spesial serta antar perkawanan.

Minum kopi di Aceh telah jadi kebiasaan dengan cara turun temurun. Tiap-tiap orang, sebelumnya bekerja terlebih dulu meluangkan diri minum kopi, baik dirumah semasing ataupun duduk di warung kopi. Tak heran di Aceh ada beberapa ribu warung kopi ada di tiap-tiap pojok.

Di Eropa, kebiasaan minum kopi nyatanya juga telah ada mulai sejak beratus-ratus tahun lantas. Bahkan juga minum kopi untuk menyongsong tamu atau teman dekat dalam pertemuan tak resmi. Lalu kebiasaan ini di kenal dengan coffee morning atau coffee party.

Budaya ini dapat berlaku di Aceh. Tiap-tiap ada tamu spesial yang datang ke Aceh, di pastikan bakal di ajak ke warung kopi untuk nikmati arabika Gayo. Belum komplit rasa-rasanya tamu atau teman dekat yang datang dari luar Aceh belum mencicipi kopi arabika.

Aspek budaya seperti berikut lalu, sebagian pemuda di Aceh bereksperimen dengan mencampurkan kopi dengan ganja. Ini berlangsung lantaran tiap-tiap tamu yang datang ke Aceh pastinya akan ajukan pertanyaan dimana dapat memperoleh ganja.

Mereka memohon oleh-oleh, baik makanan, aksesori serta yang lain memiliki bahan basic ganja. Lantaran Aceh populer dengan daerah yang subur serta mempunyai kwalitas tinggi tumbuhan yang diharamkan oleh pemerintah ini.

” Mulai sejak lama telah ada kombinasi kopi dengan ganja. Umumnya ini untuk oleh-oleh rekan yang datang ke Aceh, ” kata YW dalam pembicaraan dengan merdeka. com sekian waktu lalu.

YW mengatakan, kopi campur ganja tak berefek memabukkan. Apabila belum punya kebiasaan cuma berefek diserang kantuk serta kadang waktu dapat berhalusinasi. ” Bawaannya minta tidur siap minum kopi campur biji ganja itu, ” tuturnya lagi.

YW mengakui mengolah kopi bercampur ganja mulai sejak 2008 lantas. Ada beberapa ratus berlangganan yang sudah dia layani. Rata-rata langganannya orang luar Aceh, seperti dari Jakarta, Medan serta bahkan juga sampai ke luar negeri.

Harga nya juga termasuk mahal, lantaran aspek resiko serta sulitnya memperoleh bahan baku. Walau Aceh ladangnya ganja di Indonesia, memperolehnya bukanlah seperti beli sayur di pasar. Apa lagi saat ini kepolisian tengah gencar-gencarnya menangkap yang memiliki ladang ganja di Aceh.

Harga jual kopi bercampur ganja ini sekitar pada Rp 1 juta sampai Rp 1, 5 juta per kilogramnya. Ini bergantung dosis yang disuruh oleh pelanggan. Dosis yang umum dipakai yakni 1 Kg kopi arabika digabung dengan 2 ons biji ganja.

Menurut YW, apabila campurannya sangat banyak jadi cita rasa kopi bakal hilang. Tinggal cuma merasa rempah-rempah atau bau ganja. ” Sangat banyak tidak enak lagi, bila seimbang gitu dapat merasa seperti rasa herbal campur kopi, ” tukasnya.

Kopi ganja ini banyak orang-orang yakin ini dapat jadi obat. Rata-rata yang pesan kopi ganja argumen untuk penyembuhan alternatif. Penyakit yang diakui dapat sembuh seperti rematik, asam urat, darah manis, kencing manis serta dapat pula jadi obat penenang. Tetapi dengan cara klinis keyakinan orang-orang ini belum dibuktikan oleh medis. Walau demikian, telah jadi rahasia umum banyak pula orang-orang di Aceh konsumsi ganja untuk penyembuhan alternatif.

YW mengakui juga pernah mencampurkan kopi arabika dengan akar ganja. Akar ganja di kenal di Aceh jadi obat alternatif sebagian penyakit, termasuk juga untuk turunkan panas tinggi pada anak-anak serta sebagian penyakit itu diatas.

Langkah penyeduhannya, akar ganja itu di rebus serta lalu airnya diminum untuk penyembuhan. Mekanisme kerja ini dapat dikerjakan oleh YW, mencampurkan ganja dengan kopi, lantaran keduanya sama diseduhkan dengan air.

KOPI GANJA ACEH DENGAN RASA YANG MENDUNIA

Saat kerajaan di Aceh dahulu. Tanaman ganja itu jadi penghias di halaman tempat tinggal. Tanaman ganja juga jadi bumbu penyedap rasa tiap-tiap memasak. Termasuk juga untuk memudahkan masak daging waktu dimasak dalam belanga besar.

Sesudah pemerintah keluarkan ketentuan pelarangannya. Tumbuhan ini lalu jadi langka serta harga nya melambung tinggi. Lantaran untuk menanam tanaman ini mesti jauh dari pemukiman supaya tak di ketahui oleh aparat kepolisian.

” Dahulu ganja ini begitu gampang kita peroleh. Depan tempat tinggal banyak yang tanam, ” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *